Draft Postingan

" Bahkan hujan enggan menetes Setelah mendung lebih gelap di matamu Lebih basah dari derasnya kemarin Meneduhkannya pun menjadi hal yang tak mungkin

" Bahkan matamu yang senyap masih menyiksaku hingga pagi ini. Haruskah kulari dari kenyataan bahwa aku memang tak diinginkan atau haruskah kubunuh saja rasa yang kubesarkan dari lahir dari kanak-kanak rindu di tepi hening penantianku.

Bahkan saat sampai di titik ketika dia berbalik arah dan mulai berjalan perlahan. Aku percaya dia tak akan hilang. Sebab dia selalu ada dalam ruang pemikiran ini. Dan menjadikannya alunan yang indah dalam puisi.

" Baiklah aku pergi Bukan ku lelah, bukanku menyerah Bila jauh dariku membuatmu bahagia

" " Bait-bait hening, Merangkak mengiring malam, Menyapa dinding rasa, Merapal kalimat-kalimat puja, Akan rautmu. Di cerah senyummu, Kau molek dan anggun.

" " Bak kisah peradaban Rindu takkan utuh dalam coretan Hingga ku harap 'sejarah berulang' Dongeng kami Kala bersanding secangkir dan hujan

" " Balada cinta bertepuk sebelah tangan Ibarat angin bertiup tanpa irama menawan Datar, lengang, bahkan pilu jiwa menyerta Tercerabut angan ke langit kelam Menyisakan luka pun nyeri tak terperikan Detik berlalu, hampa sukma hingga keabadian

" " Banyak yang hari ini ingin harapannya terus berkembang. Namun tidak sedikit pula yang dalam posisi berjuang, Fisiknya sedang berada dalam kondisi tumbang.

" " Barangkali kita sama, Jauh tapi masih memikirkan. Sedih tapi masih kuat. Terluka tapi masih semangat ? mungkin benar kita sama ya. Sudah tidak bersama tapi masih teringat

" Barangkali kita sedang berusaha menyusun cara bagaimana saling melupakan. Perihal kenangan, biarlah ia terserak pada halaman-halaman kecemasan. Kita hanya mengikhlaskan, lalu menepi pada jalan sunyi yang kita nafikan.

" " Bayang hitam makin kelam Meraja di semua detik menghunjam Kulihat dirimu walau dari kejauhan Bersama senja yang tertelan malam Kiranya rindu tak lantas menabur dendam

" " Bayangmu seperti ombak Dan aku adalah pesisir Yang selalu kau sapa tanpa jeda Tak memberi waktu bagiku untuk berpikir....

" " Beberapa orang memilih diam, beberapa lagi memilih tersenyum, dan sebagian besar memilih pura - pura tertawa. Sebab bercerita terkadang, mengantarkan kita pada kesedihan.

Beberapa saat sebelum sejuk mengetuk, ada tetes-tetes embun mengusap pelupuk. Membuka mata sebelum cahaya menyapa, menjatuhkan kening pada sajadah yang ada.

" Beginilah sasra yang aku cipta Hanya berisi keluh yang slalu ada Entah itu tentang dunia Ataupun tentang cinta.

" " Begitu Banyak harapan yg Kita susun bersama, kau patahkan begitu saja Pergi tanpa isyarat, kau tabur luka begitu hebat

" " begitu keras aku berusaha untuk mencintaimu namun memang benar jika rasa tak bisa kau hobongi

" Belajar di rumah itu bukan berarti belajar menyamankan diri di rumah, tetapi belajar mengamankan diri di rumah.

" belajar ekspresikan dirimu agar dunia tak membungkam suaramu

" " belajar untuk tidak lagi merindukanmu menunggu kamu gamang tak nyaman tapi aku harus terus melangkah tanpa kamu

" " Belajarlah pada langit! Ditimangnya rembulan dan matahari bagi bayi sepersusuan. Dibiarkannya bintang sesuka hati berserak di cakrawala. Keikhlasan yang mempesona.

" " Belakangan ini ada beberapa hal-hal konyol yang terjadi Salah satunya adalah mimpi yang berharap kau datang dan menemaniku melewati malam yang sunyi ini.

" " beLum saatnya kamu merenhek agar kumemanggilmu sayang biarkan canda nakal ini membagi kesanggupan dan tak perlu menggadaikan masa kolokan dan manjamu ------------------------------------ bLack coffe

" " Belum terfikir 'tuk memanggilmu Dengan nada gemericik kau mengisi ruang sunyiku Apa cuma kau yang mengerti tentang diriku Yang selalu ada di sela saat senduku Wahai hujan, kau pautan hati di malamku

" " berangkat dari mataku, rintik hujan bicara denganmu untuk meluruskan sejarah. cinta, awal mula peradaban manusia. dan kesedihan, jurang yang dalam.

Berarak ombak menyapa bukan bunyi damai yang dibawa melainkan keras hempasan nya kemuka.

" Berat untuk benci, Walau kau telah benci, Untukmu; aku hanyalah cahaya, Yang redup dalam sunyi, Bersama rasa yang mencintaimu.

" " Berawal dari chat biasa Yang seiring waktu kian terbiasa Awalnya hanya keisengan Kini malah kesenangan Rasa ini membuatku bingung Apakah ini cinta atau hanya sekedar nyaman

" " Berawal dari hati yang resah Berakhir dengan ucap kata pisah

" " Berbagai angka tercipta unik dan indah. Beberapa memilih acak sesuka hati. Beberapa yang lain dengan tegas berbaris. Satu, Dua, dan Lima bergerombol dalam ingatan. Kukira hanya aku yang berharap pada mereka. Namun tak sengaja kutemukan dirimu di dalamnya.

" " Berbagi cerita Bukan cinta Mendengar derita Tak bisa berkata Karena tak tau rasa Menyumbang doa Semoga mendapat cahaya

" " Berbaliklah, kau terlalu jauh berjalan Mencari buah pencapaian turun berjatuhan Mengapa tak kau panjat saja pohon usaha dan pengharapan?

" " Berbeda dengan sutil yang membolak-balikkan masakan, kamu telah membolak-balikkan perasaan. Kini hatiku hancur, seperti terpotong pisau dapur.

" " Berbeda namun dengan tujuan yang sama. Berbeda namun dengan saling menerima. Bukan memaksa untuk berubah dengan apa yang kau pinta.

" " Bercengkrama untuk mencari kesenangan. Lalu hilang setelah mendapat kenyamanan.

" " Bercerita lewat syair Tak bersuara tapi tersiar Tak berbunyi tapi memaknai

" " bercerita tentang masa lalu ingatkah kau bagaimana kita bertemu? bercerita tentang masa depan mampukah kita tetap berhadapan?

" " Bercintalah sederhana seperti dingin dan hujan raibnya menuntun hati

" " Bergelantung gemintang Di singgasana langit yang kelam Bak mutiara Ratu malam

" " Berhati-hatilah, ketika cinta hanya dipupuk harapan ia akan berbuah penyesalan.

" Berhenti menatapku, aku tak lagi bisa kau tipu, bahkan dengan air matamu, aku sudah jemu

" Berhenti meratap Waktunya menatap Hidup tak pernah merasa iba dengan tangismu

" " Berhentilah membual akan banyak hal indah Sedang hal-hal kecil saja masih sering kau ingkari

" " Berhentilah wahai waktu Kembalikan masa indah itu Saat benih cinta mulai tumbuh Dan rasa rindu hangat merengkuh

" " Beri aku ruang, Kau dan aku rajut bahagia, Kau dan aku menghempas lara. Tulisan yang hampir hilang, Gunung, 27 desember 2019 ~fqwerty//Fadlan Naufal

" " Beri aku satu alasan saja; agar aku berhenti menyebut namamu di hadapan Tuhanku. Satu alasan saja, Kasih; lalu aku akan pergi.

" beri aku satu pelukan lagi, kekasih, sebelum kau pergi. agar aku tak lupa cara mencintaimu, dalam kesedihanku

" beri kami api! atau doa sebelum mati akan kami pahat di dinding kota bacalah! hidup kami sudah jadi mimpi di pagi hari yang suci, tetapi tak terjangkau seperti surga yang jauh bagimu negeri kami berjanji beri kami api! doa sebelum mati

" " Beri tahu aku, kapan kau akan datang? Aku terus menanti waktunya dan butuh tempat untuk memulai.

" " Berilah aku waktu Untuk menghapus rasa cintaku Kututup tirai itu rapat-rapat Sudah kau jangan lagi mendekat Senja mengukir masa Terkurung aku dalam dendam cinta Rindu meracuni Jiwa lemah serasa mati

" " Beristirahatlah sejenak, Kekasih ... Cerita kita begitu melelahkan; di bawah awan keemasan, menanti datangnya cerlang sang rembulan.

" " berjalan di tengah hutan seperti berjalan dalam kesunyian jika hati ingin tenang maka sujudlah di tengah malam

" " Berjalan ku dibawah rembulan Tertunduk sendu aku hempaskan Meratapi sembilu Mencoba mengikis rindu Tentangnya Yang masih jelas di masa lalu

" " Berjalanlah Kadang kita hanya butuh berpindah Untuk kemudian melihat apa yang terjadi dari sudut pandang yang lain Lalu menyadari, yang kita alami tak seperih itu

" Berjanjilah; Kasih, kelak saat perasaan cinta ini mati; kau takkan melahirkan hidup.

" Berjuang itu ga boleh setengah-setengah Karena perjuangan yang indah itu seutuhnya,bukan setengahnya

" " Berjuta-juta penumpang bahtera sedang berlayar menuju cita-cita. Di tengah laut bahtera bergoyang. Tanpa kompas, dan rasi bintang. Langit yang kelam, para awak dihantui panik--gaduh, ingin selamat sendiri-sendiri.

" " Berkaca pada mata senja, memerah yang dipuja; tak lain adalah kesedihan langit malam, yang diam-diam tangisnya disembunyikan, di telapak bulan.

" " Berkelontangan suara panci dan wajan, bercampur keringat panasnya kompor dapur serba sempit Berlawanan luasnya hati yang lumer oleh panasnya rindu.

" " Berkisah dengan diri sendiri, berkasih dengan sang ilahi Membagi dengan insani, berbahagia munuju surgawi

" " Berlari mencari dalam gelap malam Rintikpun seakan menertawakan Siapa yang dicari? Rasa begitu terbelenggu Sukma menyiksa raga Berteriak laksana tertawan dalam jeruji kesepian

" " Berlari saja tak cukup untukku Kamu membayang setiap langkah yang aku pilih Aku sudah berusaha pergi Tapi kau mengenggam terlalu kuat Tak apa jika ingin memiliki Bukan hanya menahan genggaman, dan menggantung harapan

" Berloyang rasa menggoda merayu memaksa, dan pada tungku rindu api asmara membakar durjana, jelita membuangnya kala aroma murahan mendekati rasanya

" Berminggu-minggu Sendiri, masih tanpamu Kini masih terbekap sembilu Tetap terselimuti sendu

" " bersabar dalam diam Menikmati rasa sesal Menyembuhkan luka luka Biarlah waktu yang mengobatinya

" " Bersama hujan dan anginnya, Malam ini dingin sekali. Tetapi senyum dan pelukannya, Merubah seluruh semesta menjadi hangat. Terima kasih Sudah menciptakannya )

" " bersama hujan sejenak teringat senja yang jingga di matamu. bukan; bukan rindu. tetapi sungguh di tubuhku mekar beribu kupu; kepakkan namamu.

" " bersama sepi dalam dekap angin malam kau mampatkan rasa menjadi sebentuk masa cinta kau gadaikan luka kau jajakan duhai; debar yang kehilangan degup

" " Bersamamu terbentuk peradaban cinta Tapi, rasaku tak termasuk di dalamnya Karena tak akan punah walau telah runtuh..

" " Bersanding denganmu Tak terasa bahagia mengalir Deras semakin deras hingga perpisahan menjelang Lalu tak ada obat sampai rencana itu terulang tuk bertemu

" " Berselimut rindu ditemani hujan Kopiku kini tidak semanis seperti dahulu Selir hati kini masi membekas pilu semenjak kau tidak hadir dalam hidupku.

" " Bertahanlah sejenak Meski mungkin dadamu terasa sesak Kupastikan Takkan kubiarkan kau terisak

" " Bertahta sebagai rindu Mengkudeta sepi menjadi lagu

" " Bertahun terpisah jarak Tenda biru mematahkan dua hati, aku dan kau merelakan cinta terputus oleh tradisi Begitu agungnya Tuhan menjaga kesakralan cinta kita, hingga kumenemuimu di saat sudah berbatu nisan. Alasannya; agar dia-mu, dia-ku tidak tersakiti.

" " Bertahun-tahun sudah berlalu Harapan bodoh Aku, Kau, Tentang kita Mungkin bagi mu sudah jadi sejarah Namun bagiku itu kenangan, Tersimpan rapi di sisi paling intim Walaupun kini terlewat masa Namun ada yang tetap sama .

" " Bertahun-tahun sudah berlalu Harapan bodoh Aku, Kau, Tentang kita Mungkin bagimu sudah jadi sejarah Namun bagiku itu kenangan, Tersimpan rapi di sisi paling intim Walaupun kini terlewat masa Namun ada yang tetap sama .

" " Berteman mesrah dengan kopi berkeluh kesah tanpa arti. Sendiri menyesap dingin berteman akrab dengan gigil, cinta sudah meninggalkan bumi hingga dia mengakhiri hidupnya sendiri.

" " Bertempat tinggal di negeri sendiri, serupa anak tiri. Rumah-rumah mereka tinggal kisah, dan sabit serta cangkul mereka gantung. Setiap saat hanya menunggu ponsel mendapat pesan; Siapa tahu datang keberuntungan.

" Bertemu tidak hanya sekedar menutup ruang rindu, namun akan menciptakan ruang baru untuk merindu.

" Berulang merindu walau tak ujung temu, Berani merajut kenangan yang tak kunjung abadi, Putih tak lagi suci, Melati menanti bersanding embun.

" " Betapa cantik wujud cinta Semesta anggun ialah rupa semestinya Langit dan bumi saksi terbaik sepanjang masa Maka aku dan engkau terus menjaga, satu kesatuan Indonesia! M e r d e k a...

" " Betapa cinta berada di dalam setiap bagian rasaku, berjiwa cerah melihat perbedaan di antara tubuhku. Seperti kasih dan sayang, selalu melekat pada keabadiannya cinta.

" " betapa cinta menata aksara; tuturnya sapa diksikan puja. membasah embun daun pujangga. rindu yang mawar 'kan menunas. di pucuk senja; puisi mekar bersinggasana.

" Betapa indahnya melihat ruang cinta yang luas dengan matamu dan cahaya itu bersinar ketika kamu melihatku!

" Betapa merdunya ayat suci Penenang hati di kala pagi Penyejuk jiwa di rembang siang Pelita iman di senja senyap

" " Betapa mudahnya, dengan kehendak-Mu Muhammad membelah bulan. Sedang bagiku, Tuhan! Aku punya satu permintaan, pertemukan aku dengan wajahnya yang teduh bagai rembulan.

" " Biar kugantungkan kepalaku, pada gelisah yang merangkai aksara. Aku cungkil mata malam, saat bulan ditelan hujan. Biarkan rasa membabibuta dalam kegelapan.

" " Biar saja wajan, hitam luar putih dasar Tersengat api kompor, terbakar Tergeruk sodet, tak berkoar Beginilah sabar, tegar, tak gentar

" Biarkan aku menjadi rintik hujan yang menetes di genteng rumah-mu, kekasih, agar rindu selalu basah

" Biarkan bulan berbicara Kita cukup diam tanpa kata

" " Biarkan cinta berada di singgasananya Berjubah kesetiaan dalam kesejatian Berterompah seutuhnya keikhlasan Berselimut pengorbanan tanpa batasan Pun ketika luka jiwa nyeri tak terperikan

" " Biarkan hujan dihatimu jatuh, Biarkan setiap luka"" mu terbasuh, Nanti saat awan dimatamu telah jenuh, Matahari ku akan membuat lukamu sembuh

" " Biarkan orang menulis puisi Tentang cinta dan kerinduan Aku akan tetap berpuisi Tentang saudaraku yang terluka dan kelaparan Di gigil malam Di puing-puing bangunan Di sepanjang perjalanan menuju pengungsian.

" " biarkan saja alam membahasa. rindu yang di tawan awan pada hujan; petir yang gegas cemas kilati semesta. dan setelahnya; cinta merintik di sela gerimis. bukankah pelangi terlihat lebih manis?

" " Biarkan waktu Merawat rasa ini hingga besar Kita hanya dapat menerka Apakah rasa ini Akan menjadi cinta atau menjadi tanya yang membuat hati gusar...

" " Biarkan... Jangan tepis atau halangi Sebab kenangan Seperti angin.. Walau kau kunci pintu dan jendela Tetap menerobos melalui kisi kisinya...

" " Biarkanlah aku pergi jauh Tuhan telah mematahkan ranting kita yang telah mengering Aku ingin dihempas angin dan hujan, tanpa memikirkan namamu

" " Biarkanlah daun-daun Jeumpa itu luruh, Kasih Kita tak akan mampu menjaga mereka tetap teguh pada tangkainya; Sebab yang tumbuh pastilah mengganti dan semua yang hidup pastilah mati.

" " Biarlah hujan jatuh Bersama hati yang tak utuh

" " Biarlah kau mengartikan senja ini..seperti definisi hatimu. Jika memang langit kau lukisi dengan hitam mendungnya sebuah fikiran, bumi pasrah pada semesta. Biarlah deras hujan itu basah. Biarlah jagad raya kuyup karenanya.

" " Biarlah waktu menjalankan tugasnya Meramu luka menjadi bahagia Meramu duka menjadi tawa Dan semoga resah yang ada segera sirna

" Biarlah; senyummu, kubiarkan merekah, sampai senja dijatuhkan ke dalam matamu, menemani malam yang berkilau bintang-bintang, sebelum ayam jantan berbunyi, jauh di kotamu.

" Bias rona senja menyeka raut wajah yang diparut gundah, Semakin resah ketika menatap langit yang berpayung mendung melukis kisah yang tak berujung kasih.

" Biasanya rasa sedih akan pulang sendiri ke tempat ia berasal. Lalu rindu akan menjadi gagu dan gugu enggan mengadu. Hati sebagai tempat berpulang hanya bisa menekuk kening, berkalang bulan yang sedang bergeming

Bibir dedaunan yang ranggas, berbisik parau di gendang kesunyian, serupa jeritan hati yang patah, jatuh di hamparan harap yang padas.

" Bidadari tak bersayap dirumah berpesan sebelum aku melangkah jauh. Dia katakan bahwa kemana engkau pergi, sebesar apapun gaji yang engkau miliki dan semulia apa jabatan yang akan engkau dapati. Sholatlah sebelum engkau disholati.

" " Bijaksana terselubung dusta Dari penguasa tanpa rasa Menerkam membuaya Lahirkan cerita murka Jerit tangis canda tawa Dalam hidup yang terjajah merasa merdeka

" Biji-biji kopi tak pernah bertanya, pada akhirnya ia akan diseduh bersama bahagia atau air mata. dijalaninya takdir dengan penuh rela.

Bila bertemu, tersenyumlah bibirku yang mengkerut

" Bila dalam nyata kamu enggan bertemu Biarlah dalam mimpi aku kencan denganmu Karena harapan telah bosan terkurung rindu.

" " bila harus berpisah adalah keharusan mari berpisah sebelum rindu ini bertaut dengan nyawa hasian... bila harus saling berbagi adalah takdir mari bicara sebelum marah memutuskan urat cinta, hasian...

" " Bila ingin meraih cinta, maka genggamlah hatinya. Bila ingin terwujud cita - cita, maka genggam erat tekad sekuat tenaga.

" " Bila mengingat-Mu searti berjalan di atas batu-batu licin, malam gelap, tanya tanpa kata, aku siap.

" " Bila rasaku dapat kau lihat Kau kan tau cintaku sedalam samudra dan aku di sini selalu menunggumu Karena hanya kau yang bisa Taklukkan hatiku hanya kau yang bisa hapuskan ratusan kesedihan dan menggantinya dengan berjuta-juta kebahagiaan

" " Bila rindu adalah (..pertanyaan..) Yang harus di isi dengan sebuah jawaban , Maka kali ini aku sedang kesulitan untuk menjawabnya ..

" Bila telah tiba saatnya, waktu tidak akan melewatimu, dan pasanganmu tidak akan salah memilihmu, karena takdir yang akan menentukan cintamu, menunggu halal adalah jalan cinta paling indah dari semua ikhtiar cinta.

" Bila yang tampak hanya kau, berharap rindu dapat terjangkau, tengadah kedua tangan, lirih suara, sebagai pembuka keajaiban kuasa Tuhan.

" Bilang pada rindu. Kata kopi "Perasaanku akan mendingin, senyumku akan tetap pahit. Tapi tenanglah, tidak akan pernah ada perasaan dingin bila sudah menikmati senyum pahitku."

Bilang padanya, kata kopi "Perasaanku akan mendingin, senyumku akan tetap pahit. Tapi tenanglah, tidak akan pernah ada perasaan dingin bila sudah menikmati senyum pahitku."

" Bimbang, sesumbar ini perasaan. Ketika diam makin menjadi. Berhenti terdiam; terlupa, tidak ada yang temani.

" " bintang jatuh, lalu sembunyi di ketiak melati yang wangi. betah, hingga tak ada lagi niat untuk kembali ke langit, sebab ia sudah menemukan bunga surgawinya di atas bumi.

" " Bintang mulai datang, Rembulan kembali bersinar terang, Isyaratkan malam agar tidak lekas pulang, Sebelum sujud tangisku diijabah oleh Tuhan.

" Bintang tak lagi menampakkan dirinya, seperti dia yg dlu sempat menemanikku sewaktu aku mau tidur, sekarang sudah tak ada. Aku harap lekas kembali lagi seperti semula.

Bintang yang jatuh di matamu, Dik, Membawa cerita dari ruang hampa udara; Tentang bulan dan matahari Tentang kesetian yang tak ditemukan jarak pandang Percayalah, Dik, Di semestamu, cinta akan tumbuh pada tempatnya Sekecil apa pun Sebesar apa pun. ~

" bisa cemburu! sendok dan garpu tak di tanganku, membelah meja dan sepi, menjadi kau dari kehilangannya.

" " Bisakah untuk sedikit mempercepat langkahmu? Aku mulai lelah untuk menunggu Mulai hanyut dalam kerusuhan hati

" " Bodohnya aku, Padahal ada yang jelas-jelas menungguku pulang, Tapi aku malah menunggumu pulang.

" " BOLEHKAH AKU MENCINTAIMU SEHARI SAJA ? #1 Diizin kan ataupun tidak bolehkah aku mencintaimu sehari saja, setelah itu di hari-hari berikutnya aku akan pergi bersama luka-luka selanjutnya yang mesti ku dapatkan sebab hanya mencintaimu sehari saja..

" Bu, kota ini kelam. Setiap menjelang malam, seperti ada yang hilang dari derap sendok garpu. Bukan bumbu, tapi wajahmu.

" buah apel rasanya nikmat jika dikunyah satu gigitan gelisah hati sepanjang hayat hidup didunia takkan pernah mendapat safaat

" " Buah dari emosi yang terpendam akan jadi tangis Melelahkan Tak apa karena Tuhan Menciptakan manusia memiliki kantung air mata

" " Buah delima tersirat pesan Mengajak kita kaji ketauhidan Jangan diam dalam ketidaktahuan Bebaskan hati dari kebutaan Kepada Tuhan mohonlah ampunan.

" Buah itu bernama kasih dan kau adalah isi dari bait rinduku .

" BUAH KENANGAN meski tak berjodoh setidaknya, kita sudah pernah merasakan manisnya buah dari benih cinta yang kita tanam.

" " Buang curigamu Di sini aku baik-baik saja Sapa rindumu Yang selalu menguatkanku Dan menjaga cintamu Sayang Di sini Aku selalu untuk kamu

" " Buatlah Mereka Tahu Dan Mengerti Bahwa Bunga Butuh Waktu Untuk Mekar

" Bukan benci yang membuat kita menjauh, tapi kecewa (!)

Bukan hanya rindu, kecewa ini juga menyertaiku. Aku cukup rindu tapi kecewa ini menutup rasaku.

" Bukan hujan yang membuat gigil Hanya angan yang tak kunjung ingin Membawa angin yang begitu dingin

" " Bukan lema dalam wacana Atau majas pada kalimat Makna sebait sajak Isi alinea cerita Menyatu seuntai syair Jua madah kasih Tak mampu memahami Coretan indah dalam puisi Hanya mengagumi Partiturnya saat kau bernyanyi Karena sensasi dalam hati

" Bukan masalah pantas atau tidak untuk bersanding. Namun diri ini selalu bertanya, apakah pantas aku bertanding dengan segala kekurangan ini?.

Bukan maut yang akan memisahkan kita, tapi hidup yang tak lagi saling menyapa yang telah lama melakukannya di antara kita.

" Bukan menetap, hanya ingin rehat. Fajar mulai enggan bertahan pada tahtanya, tatkala hiruk pikuk nyanyian para budak dunia mulai keluar dari liangnya. Dan aku berbaur, sejenak lupa pada lara yang kau tinggalkan. Ketika kau hanya singgah sesaat, bukan menetap.

" " BUKAN PENYAIR Sejak bermimpi menjadi penyair, aku mulai memunguti repih-repih kata yang tercecer di sepanjang trotoar yang panas. Kegilaan pada puisi, rawan terjungkal menjadi hanya tengkulak kata, bukan penyair.

" " Bukan perkara siapa yang lebih dahulu mengenal siapa. Aku bisa lebih dalam mengenal kamu dibandingkan ia yang lebih dahulu mengenal kamu

" " Bukan ramalan bintang yang membuat cinta menghilang Tetapi sambaran petir pengkhinatan.

" bukan salahmu tidak peka. sebab rindu ini tumbuh diam-diam, mekar pun dalam kesunyian.

Bukan secangkir kopi yang kurasakan pahit Melainkan perasaan. Terhimpit rindu dan kenangan.

Bukan tak mau lagi perduli. hanya saja aku sadar, hadirku tak lagi berarti

" Bukan tak sanggup mengerti. Bukan pula tak sanggup untuk memahami. Saat usia semakin matang, perihal cinta; aku lebih mencari yang pasti bukan yang hanya sekedar basa-basi.

" " Bukankah engkau enggan dengan aku Lalu mengapa sekarang kau tak berlalu Setelah kekasihmu melepaskan dirimu Mencoba mengetuk hati tuk bertemu

" " bukankah hidup adalah pulang? tersesat di belantara coba; di guyur hujan kesedihan; terkapar badai luka; dan tertawa di payungi cinta. adalah jejak kembali ke rumah-Nya. hitam putih tapaknya ialah sajak bagi semesta.

" " bukankah hujan itu curang? tak ada aba, tak perlu nada; terluncur rindu di derasnya. dan kilat ikut bercanda; menulis kamu di semesta. ah, aku bisa apa? selain terpaku kebas di kuyupnya.

" " Bukankah kita pernah berbuat salah, jika Kita sering minta maaf mengapa Kita tidak mau memaafkan, mengapa kita tidak memilih saling memaafkan? mengapa Kita lebih milih bertengkar dari pada berdamai? Mungkin karena Kita dipenuhi ego.

" " Bukankah menunggu balasan itu melelahkan Sekedar menanti kabar apakah makna diri masih ada Jangan lagi buang waktu dan kata percuma, setiap aksara berharga dan bermakna sempurna. Dahaga tak terkira.. sebuah chat tak berbalas duh.. teganya...

" " Bukankah rindu sudah cukup untuk menjumpaimu? Tak cukup sekeranjang cinta yang kubawa untukmu, karena tak terbatas rasaku.

" " Bukankah seharusnya bintang dan rembulan bersinar di langit Menjaga malam hingga matahari terbit Apakah bintang telah bosan Ataukah rembulan yang sudah enggan Senyap Begitu kesunyian ini disenandungkan oleh gelap Terlelap nafas penikmat malam dengan hangat didekap

" " Bukannya susah melupakan, Tapi susahnya agar tidak mengingat

" Bukannya tidak merelakan bukanya hati punya benci, dengan waktu singkat kamu mampu mencintai dan melupakan ku begituh cepat

Bukanya kita sudah di pertemukan semesta kenapa harus mencari yang tidak ada

" bulan becermin di atas telaga. wajahnya tampak pucat pasi, setelah nyalanya direnggut buaya darat. ""aih"" sesalnya.

" " Bulan di matamu menyimpan hujan Menumbuhkan buah-buahan, lebat di rambut dan bulu matamu Hanya butuh setetes senyum untuk memetiknya Dan engkau pun kekal

" bulan seperti punggungmu angkuh tak terengkuh. aku berteduh di bawahnya, menyaksikan bagaimana bayanganku menangisi kehilangan.

" Bulan tak lagi sama, redup dan pijarnya adalah keterasingan. Sedang malam tetap bergulir, meniadakan segala bentuk.

" Bulan terbenam di tengah malam, saat rindu mengecup hati. Gemintang pun menyelinap pergi, biarkan kelam menaungi diri. Dalam gulita rasa, kulumat bayangmu yang membasah di mata.

Bulan tolong katakan, bintang bantu bisikkan, dengan seantero galaksi menjelaskan, bahwa cintaku tak menghilang sejarak pun.

" Bumi membenamkan mentarinya, Menyebarkan kegelapannya, Yang merasuki kalbu manusia, Berusaha menemukan setitik cahaya. Oh puan, adakah gerangan cahaya itu kembali?

" " bumi menopangi, matahari menyinari, semesta memayungi; suburlah, duhai engkau pohon yang kutanam di ladang hati. semoga tak lupa kau sirami dengan rindu; tanpa henti, tanpa jeri.

" " Bumi pertiwi Tempat di mana kau membumi Juga tempat kau terkubur mati

" " Bunga mekar berkembang memberi harum pada alam sambil bertanya pada wanita adakah kamu mewangi seperti diriku?

" " Bunga yang kusimpan digedungmu sangat kurindukan Jagalah jika panen tiba nanti lebatmu berbuah manis Akan aku bagikan pada tuna susila

" " Bunga bunga mekar, bunga mekar di taman. Kau kau petik kau petik merah, kau petik merah warnanya. Untuk untuk pilu untuk pilu kita, yang telah lalu. _

" " Bunyi gemericik air langit mengalun syahdu di telingaku. Malam ini adik perempuanku tertidur disebelahku. Sedang aku sibuk berpikir bagaimana caraku menyuarakan sakitku.

" " Butir demi butir jatuh dari langit Ukiran namamu pudar diterpa air Kelip manik matamu membangunkan kenangan lama Jiwa ini meronta Melihat dirimu yang telah sirna

" " Cahaya bulan dalam pekatnya malam Tercabik hati menoreh luka, tersekap jiwaku dalam bayang wajahmu

" " Candaku mungkin pernah menyakiti hatimu Tawaku mungkin pernah mengusik damaimu Perkataanku mungkin pernah melukai perasaanmu Dan itulah manusia kita harus saling memaafkan dan mengalah Sadar tak sadar harimu kan terasa amat indah

" " Candumu memberi pelajaran terindah untuk sementara,. Dan selamanya. Stanza.......

" Candumu serupa delima, perlahan-lahan untuk mengenalmu, namun begitu manis cerita yang kau berikan~

" Cangkir hitam pekat Memantul wajah Begitu lekat Seperti mengapung di permukaan Kureguk tandas Kulesakkan dalam diam Kopi kian getir.

" " Cantik... Bintang itu tak beranjak dari awal ia berpijak.. Seakan menanti aku petik Sebagai penerang Tatkala hujan turun rintik rintik

" " Cemburu; pada senja, Yang tersapa di setiap sajak, Sementara; rindu ini liar, Tak bertuan, Di manakah cinta?

" " Cerita deritanya mengalir di beranda maya Buah dari cinta yang raib Lupa memaknai bahwa luka adalah bagian dari cinta

" " Cinta .. Mempertemukan keterasingan Mengenal kebutaan Mendengar kebisuan

"

Postingan Terkait

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Cari Blog Ini

Banner Promosi

banner

Paling Banyak Dibaca